Film Minggu Ini: 28 Agustus 2020

Terkadang memilih film minggu ini dapat memakan waktu yang lama bahkan sampai keinginan untuk menonton pun dapat pula menghilang. Setiap akhir pekan, tim editorial Jakarta Cinema Club memberikan rekomendasi beberapa judul yang dapat ditonton lewat beberapa platform. Jika daftar film ini belum sempat kamu kunjungi sebelumnya, sekarang waktu yang tepat untuk mulai mengurangi watchlist. Menonton ulang film-film hebat ini dan membahasnya kembali bersama teman atau keluarga juga pastinya tidak kalah menyegarkan. Semoga artikel ini dapat membantu mempersingkat proses tersebut. Selamat berakhir pekan!


Faiz: La Ronde (Max Ophüls, 1950)

Seorang pekerja seks, tentara, pembantu, majikan muda, istri, suaminya, wanita remaja, penulis puisi, dan seorang bangsawan bersatu dalam ikatan cinta dan perselingkuhan di La Ronde, sebuah karya oleh Max Ophüls yang diadaptasi dari sebuah play oleh Arthur Schnitzler. Dipandu di awal film oleh karakter yang dinamakan “Master Of Ceremonies” di credits film (Anton Walbrook) di sebuah carousel dan kemudian panggung, La Ronde tidak membuang waktu untuk mendeskripsikan konsep penceritaannya yang cukup inovatif kepada audiens, yaitu bahwa cinta dan perselingkuhan adalah layaknya 2 sisi roda yang berputar. Seseorang yang kita kira mencintai kita sekarang belum tentu mencintai kita di lain hari, begitu juga mengenai perselingkuhan.

film minggu ini
Poster La Ronde untuk teater di Burgundy (Prancis), La compagnie de l’Oze, karya seniman
Laurindo Feliciano

Kemudian dimulailah cerita film ini, dimana seperti layaknya carousel di awal film, roda cinta mulai berputar. Kita masuk di dalam cerita mengenai kisah cinta seorang pekerja seks dan tentara. Kemudian apa yang terjadi? Tentara tersebut berakhir dengan seorang pembantu. Keterlibatan pembantu tersebut di dalam cerita kemudian berlanjut dengan seorang majikan muda…..and the round goes on.

The round of love, just like life, has its seductions and punishments. What do we do about it? Keep an open mind and be understanding, that the round of love will always keep spinning. Will it be in our favor? Only God knows.

Film Minggu Ini pilihan Faiz, La Ronde, dapat diakses via Criterion Channel.
Rekomendasi lainnya : Earrings of Madame De….(1953), In The Mood For Love (1999), Closer (2004)


Yus: High and Low (Akira Kurosawa, 1963)

High and Low adalah jenis film yang awalnya menjanjikan untuk menjadi sebuah “heat of the moment”, kemudian perlahan-lahan terurai untuk tumbuh dengan banyak elemen: high-stakes drama, kejahatan, investigasi, korporasi yang serakah, perang saham, kemiskinan, narkoba, pembunuhan, jurnalisme, perjuangan kelas, keadilan, moralitas, dan pengelupasan jiwa manusia yang brilian. Saya biasanya tidak memberi penghargaan 5 bintang untuk film yang hanya saya tonton sekali, tetapi ini pengecualian karena ini adalah karya Akira Kurosawa terbaik dari yang terbaik. Film Minggu Ini pilihan Yus dapat ditonton lewat Criterion Channel.

film minggu ini
Poster film High and Low koleksi dari Posteritati

P.S. Jika Kurosawa hidup cukup lama, saya pikir dia akan sangat menikmati serial The Wire karya David Simon dan Ed Burns.


Ed: American Beauty (Sam Mendes, 1999)

Jauh sebelum film 1917 yang meledakan adrenalin muncul untuk memberi penonton sebuah sensasi perang dunia pertama, Sam Mendes pernah menghadirkan satu mahakarya lambang dari ‘kecantikan’ Amerika.

Film ini berpusat pada sebuah keluarga potret The American Dream, yang suatu ketika berubah karena ‘kecantikan’. Apa yang dimaksud dengang kecantikan dalam konteks ini? Seorang ayah terpesona oleh kecantikan teman sekolah putrinya di sebuah pentas tari yang membuat momen puber kedua muncul ke permukaan. Sang istri di lain tempat ternyata juga sedang mengalami puber kedua dan sangat merindukan kecantikan yang dimilikinya dahulu.

Poster resmi American Beauty pasca pengumuman nominasi Academy Awards tahun 2000

Sedangkan putri dari kedua orang ini merasa bahwa dirinya tidaklah cantik sama sekali. Setiap wanita pada dasarnya memang punya sisi kecantikannya masing-masing, karenanya dia tidak sadar bahwa sisi kecantikan miliknya ternyata bisa memikat seorang hati laki-laki misterius yang merupakan tetangga barunya.

Singkat kata kecantikan dapat memberi kita sebuah pengalaman yang bahagia dan tidak terlupakan namun tidak terhitung juga yang terbunuh karena kecantikan. Bila kecantikan bisa merubah sejarah dunia maka tidaklah susah untuknya merubah jalan hidup sebuah keluarga. Film Minggu Ini pilihan Ed, American Beauty, dapat ditonton di Apple TV


Baca juga: Album Minggu Ini Vol. 17: Rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *