Film Minggu Ini: Palme d’Or, Hawks dan Bollywood

Terkadang memilih film dapat memakan waktu yang lama bahkan sampai keinginan untuk menonton pun dapat pula menghilang. Baik menonton untuk pertama kalinya maupun menonton ulang, membahasnya kembali bersama teman atau keluarga pastinya tidak kalah menyegarkan.


Semoga artikel Film Minggu Ini dapat membantu mempersingkat proses tersebut. Selamat berakhir pekan!


Christian: The Tree of Life (Terrence Malick, 2011)

Film Hollywood pemenang Palme d’Or 2011, The Tree of Life (foto: River Road/Plan B)

Paling tidak ada 3 karakter utama dalam keluarga yang selalu memiliki ego tertinggi juga melahirkan perdebatan tanpa sela: ayah, ibu dan anak sulung. Dinamisme dalam hubungan ini menghasilkan intimasi yang solid. Jika kita melihat lebih dalam lagi, ada dua pandangan hidup dari 2 karakter utama keluarga: alam dan rahmat/keikhlasan. Sosok ayah menggambarkan alam dan sang ibu melukiskan keindahan rahmat/keikhlasan. Ayah berpikir keras untuk membangun dan merawat keluarga 24 jam & 7 hari. Pribadi yang keluar pun sama kerasnya dengan bagaimana alam menempa makhluk hidup, yang kuat melahap yang lemah agar proses evolusi terus berjalan. Ibu mendengarkan keluhan anak-anaknya setiap detik. Ibu juga yang menenangkan ayah ketika hukum alam bertindak. Mereka saling melengkapi. Apapun yang anak lihat dari cangkang terluar bukanlah persona seutuhnya. Analogi: puncak gunung es.


The Tree of Life membawa kita menuju lorong semesta yang merajut dua jalan kehidupan itu sampai paparan yang ada di layar menjadi sangat personal. Terrence Malick membuka dekade 2010an dengan Palme d’Or terakhir (sampai saat ini) untuk Hollywood dan tentunya AFI Movie of the Year di kandang sendiri. Ini kali kedua saya menonton sejak 9 tahun silam lewat medium Blu-Ray. Film terbaik Malick?

Film Minggu Ini pilihan Christian dapat kamu akses lewat MUBI
Rekomendasi lainnya: The Thin Red Line (Terrence Malick, 1998) dan The New World (Terrence Malick, 2005)


Faiz: Andhadhun (Sriram Raghavan, 2018)

Sejumlah rangkaian pembunuhan mengubah kehidupan seorang pianis buta.

Begitulah premis film ini, dan sejujurnya hanya premis inilah yang perlu kamu ketahui sebelum menonton. Percayalah, melihat berbagai kejutan yang muncul di Black Comedy/Neo-Noir ini, you don’t want to be spoiled.

Ayushmann Khurrana dan Radhika Apte dalam Neo-Noir Bollywood Andhadhun (foto: Viacom 18)

Berbicara mengenai Andhadhun, cukup menarik melihat fokus naratifny. Sebagai sebuah pembunuhan, sutradara Sriram Raghavan tidak begitu tertarik mengenai aspek misteri dari pembunuhan itu sendiri. Tidak ada yang tersembunyi hingga akhir, baik sang pelaku maupun alasannya. Namun tampaknya Raghavan lebih suka melihat reaksi dari para karakter yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak, menciptakan sebuah permainan kelicikan dimana kawan bisa kapanpun menjadi lawan, begitu juga sebaliknya. 

Mungkin salah satu film Bollywood terbaik dalam beberapa tahun terakhir, Andhadhun juga merupakan sebuah hembusan udara segar di genre Neo-Noir. An Absolute blast.

Film Minggu Ini pilihan Faiz dapat kamu akses lewat Netflix.

Rekomendasi lainnya : Fargo (Coens, 1995), Knives Out (Johnson, 2018), Some Like It Hot (Wilder, 1959)


Yus: Only Angels Have Wings (Howard Hawks, 1939)

Sutradara Only Angels Have Wings Howard Hawks, Cary Grant dan Rita Hayworth (foto: Columbia)

Film Howard Hawks kelima yang saya tonton sampai akhirnya mendapatkan apa yang membuatnya begitu menarik di mata banyak orang. Di luar elemen klasik filmnya: pahlawan maskulin dengan masa lalu nan pahit, pahlawan wanita yang mandiri namun sentimental, dan adegan aksi campy, Hawks ternyata selalu tidak meninggalkan fokus pada kisah-kisah manusia. Hawks lebih tertarik pada karakter: nilai-nilai, harapan, dan keragu-raguan mereka, dan hubungan antar sesama. Keputusan yang menarik mengingat pada saat yang sama, sebagian besar pembuat film lain di Hollywood benar-benar terbuai oleh kisah-kisah moralistik yang lebih besar dari kehidupan dan penceritaan dakwah.

Howard Hawks sudah melihat zona abu-abu ketika semua orang hanya bisa melihat dalam warna hitam-putih.
Film Minggu Ini pilihan Yus dapat kamu akses lewat Criterion Channel


Sesi nonton bareng dan diskusi akan kembali secara virtual lewat Secret Movie Saturday: On Western Films. Sabtu, 19 September 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *