Bukunema: Membahas Buku Bertema Solitude

Program obrolan literatur Bukunema kembali bulan ini secara virtual. Tema yang akan kita gali adalah solitude (dalam Bahasa Indonesia: kesendirian atau kesunyian). Buku yang menjadi fokus dalam obrolan Bukunema kali ini adalah The Lonely City: Adventures in the Art of Being Alone yang ditulis oleh Olivia Laing.

Bukunema: on solitude. Hidup dalam masyarakat komunal membuat kita terbiasa dengan keramaian, ditambah lagi saat ini kita tinggal di dunia hiperkonektivitas; semua orang hanya berjarak seujung jari. Di sisi lain, kondisi ini seringkali membuat kita kian tak nyaman dengan kesendirian. Tapi mengapa? Apakah kesendirian itu buruk? Apakah ia selalu berujung dengan kesepian? Atau kita tidak nyaman karena jarang berhadapan dengan diri sendiri? Jean-Paul Sartre suatu kali pernah berkata:

If you’re lonely when you’re alone, you’re in bad company.

Topik ini tentu semakin relevan, terutama bagi kita yang semula senang bersosialisasi dan kini dituntut untuk nyaman dengan diri sendiri dalam isolasi. Pada program Bukunema solitude kali ini, Jakarta Cinema Club mengajakmu untuk membicarakan kesendirian dan rasa sepi melalui berbagai karya penulis seperti Olivia Lang, Jack Kerouack, hingga Mary Shelley.

Kita akan memulai obrolan tentang solitude dengan menggunakan buku The Lonely City: Adventures in the Art of Being AloneΒ (Olivia Laing, 2016) sebagai landasan diskusi. Dari sini, kita akan bertukar pikiran tentang bagaimana kita menyikapi dan menikmati solitude di tengah masa pandemi saat ini.

The Lonely City: Adventures in the Art of Being Alone, karya Olivia Laing (2016)

Sinopsis buku: “Ketika Olivia Laing pindah ke New York City di usia pertengahan 30an, dia mendapati dirinya merasa kesepian setiap hari. Semakin terpesona oleh pengalaman yang paling memalukan ini, dia mulai menjelajahi kota yang sepi itu dengan seni. Dengan menggunakan perbandingan antara karya seni dan kehidupan – dari Edward Hopper’s Nighthawks hingga Time Capsules milik Andy Warhol- Laing melakukan penyelidikan yang mendebarkan dan mengagumkan tentang apa artinya menyendiri, mencoba menjelaskan tidak hanya penyebab kesepian tetapi juga bagaimana kita dapat menolak maupun merelakannya.”

Kita juga akan berbagi pengalaman membaca dan ekspektasi dari literatur secara umum. Jangan ragu untuk berbagi cerita tentang buku bertema solitude yang pernah kamu baca. Bukunema adalah rangkaian program yang diselenggarakan oleh Jakarta Cinema Club sejak 2016 untuk mengajak teman-teman baru mengapresiasi sastra dan film. Program ini kami rancang untuk menyebarkan budaya membaca di manapun kamu berada.


Berikut adalah beberapa rekomendasi buku dan film dari tim redaksi Jakarta Cinema Club jika kamu ingin mengeksplorasi tema bukunema solitude:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *