Film Minggu Ini: Drama dan Thriller Favorit dari Asia

Terkadang memilih film dapat memakan waktu yang lama bahkan sampai keinginan untuk menonton pun dapat pula menghilang. Baik menonton untuk pertama kalinya maupun menonton ulang, membahasnya kembali bersama teman atau keluarga pastinya tidak kalah menyegarkan.


Semoga artikel Film Minggu Ini dapat membantu mempersingkat proses tersebut. Selamat berakhir pekan!

Christian: Fallen Angels (Wong Kar-wai, 1995)

Leon Lai berperan sebagai pembunuh bayaran yang mengalami krisis eksistensialisme dan hubungan asmara yang absurd dalam Fallen Angels (foto: Janus)

Fallen Angels masuk dalam daftar film yang menghasilkan impresi yang lebih baik setelah menontonnya lebih dari sekali, apalagi jika kamu punya waktu untuk memutar Chungking Express (1994) dan film ini secara sekuensial. Keduanya memiliki tema yang kurang lebih mirip: alienasi dalam masyarakat. Apa yang kita cari dalam kehidupan bermasyarakat? Uang? Penghargaan? Fragmen pertama Fallen Angels mengisahkan seorang agen pembunuh bayaran (partner) yang jatuh cinta dengan rekannya yang jarang ia temui. Komunikasi hanya terhubung lewat pesan yang berisi siapa dan tempat target pembunuhan. Sisanya, sang partner kerap mengunjungi apartemen rekannya ketika sedang kosong, hanya sekedar untuk membersihkan dan berbagi intimasi. Hubungan yang absurd dan uang yang melimpah melekat menjadi identitas pasangan ini. Lantas apa ujungnya?

Fragmen satunya lagi menceritakan keseharian seorang buronan tuna wicara yang tidak memiliki pekerjaan yang jelas (tiap malam berkeliaran di warung tanpa penjaga dan menjual dagangannya). Meskipun karakternya terkesan brutal, ternyata ia masih tinggal bersama ayahnya. Hubungan ayah-anak ini yang akan membawa kita ke fase lain Fallen Angels yang sangat mengharukan. Elemen spesial lain dalam dunia Wong Kar-wai adalah musik dan lagu yang ia pakai. Bersiap untuk memanjakan telingamu dengan beberapa track dari Shirley Kwan, Massive Attack, The Flying Pickets dan Laurie Anderson.Film Minggu Ini pilihan Christian dapat kamu tonton lewat Criterion Channel.


Ed: Hirugao (Hiroshi Nishitani, 2017)

Drama konsekuensi perselingkuhan dalam Hirugao karya Hiroshi Nishitani (foto: Fuji Television)

Tiga tahun setelah menjalani drama perselingkuhan dengan seorang pria yang dia cintai. Sawa (diperankan oleh Aya Ueto), seorang wanita yang sudah menikah, akhirnya memilih untuk kehilangan segalanya: pernikahan, karir, sahabat, juga sanak keluarga. Sawa bahkan tidak bisa memiliki Kitano (diperankan oleh Takumi Saito), pria yang menjadi selingkuhannya.

Sawa pun memilih pergi untuk meninggalkan masa lalunya, dari kota besar Tokyo menuju daerah pesisir. Namun seperti kata pepatah: seluas apapun lautan dia tidak akan bisa menenggelamkan rasa sakitnya kehilangan seseorang yang kita cintai. Hingga suatu saat Sawa melihat sebuah seminar tentang kehidupan kunang-kunang, dan pemateri dalam seminar tersebut tidak lain adalah Kitano, Profesor ahli serangga yang Sawa sangat cintai.

Selama film berlangsung, ada sosok kunang-kunang yang menjadi perantara kisah cinta mereka. Film ini membuat saya sadar bahwa ada tiga jenis bintang di dunia ini. Pertama, bintang di langit, lalu kunang-kunang yang menjadi bintang di permukaan bumi dan yang ketiga adalah seseorang yang kita cintai, dialah bintang yang bersinar di dalam hati kita.

Film Minggu Ini pilihan Ed dapat kamu akses melalui Netflix.


Faiz: Cure (Kiyoshi Kurosawa, 1997)

Thriller psikologi yang mencekam dalam Cure karya Kiyoshi Kurosawa (foto: Daiei Film)

Seorang pria berjalan terambing-ambing di sebuah pesisir pantai. Kurus dan lemah, melihat kehadiran pria ini akan membuat orang berandai-andai dimana ia berada. Setelah berjalan sendiri selama beberapa waktu, dia melihat seorang pria muda bernama Toru Hanaoka, yang sedang membaca buku. Dia pun menghampirinya dan bertanya,

“Dimana ini?”

Kemudian Toru menjawab,

“Kita di Pantai Shirasato.”

“Siapa kamu?”, pria kurus itu kembali bertanya.

“Saya Toru.”

………………….

“Siapa kamu?”

Refleksi ini tidak akan menceritakan banyak hal mengenai Cure, mahakarya thriller psikologi dari sang maestro Kiyoshi Kurosawa. Gelap, dan atmosferik, Cure akan merasuki pikiran anda bukan karena apa yang terjadi di layar film, namun apa yang tersirat di belakangnya. Seperti apa sebenarnya sikap dasar manusia? Apa kita semua memiliki kegelapan dan kebencian yang hanya perlu dipancing? Kiyoshi has a lot to say in this movie, and what he’s saying is chilling.

Tontonlah film ini bila kamu menginginkan sesuatu yang berbeda dan yang membuat kamu berpikir jauh setelah film selesai.

Film Minggu Ini pilihan Faiz dapat kamu tonton via Criterion Channel.
Rekomendasi lainnya : Silence of The Lambs (Demme, 1991), Kairo (Kurosawa, 2001), Under The Skin (Glazer, 2013), The Skin I Live In (Almodovar, 2011)


Baca juga: Film Minggu Ini: Western dan Roman Masa Remaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *